Print of madding
Setiap kata adalah Do’a.
Rasulullah
Shallallahu’alaihiws allam bersabda:” Yang dikatakan muslim itu adalah manusia
selamat dari bahaya lidah dan tangannya”.
Imam Ali
Radhiallhu’anhu berkata:”Hati yang jahat terletak pada mulutnya, dan mulut yang
baik, terletak pada hatinya”.
Muslim Adalah
“Yang disebut dengan muslim sejati adalah orang yang selamat
orang muslim lainnya dari lisan dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah
orang yang berhijrah dari perkara yang dilarang oleh Allah .” (HR. Bukhari no.
10 dan Muslim no. 40 )
Prasangka
“Allah Ta’ala berfirman, 'Aku tergantung persangkaan hamba
kepadaKu. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingatku pada
dirinya, maka Aku mengingatnya pada diriKu. Kalau dia mengingatKu di keramaian,
maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia
mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia
mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia
mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari."
(HR bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675)
Hasan
Al-Bashri rahimahullah berkata:
“Sesungguhnya
seorang mukmin ketika berbaik sangka kepada Tuhannya, maka dia akan memperbaiki
amalnya. Sementara orang buruk, dia berprasangka buruk kepada Tuhannya,
sehingga dia melakukan amal keburukan." (HR. Ahmad, hal. 402).
Secara umum, prasangka baik akan mengantar seseorang
melakukan sebab keselamatan. Sedangkan kalau melakukan sebab kecelakaan,
berarti dia tidak ada prasangka baik." (Al-Jawabu Al-Kafi, hal. 13-15 )
“Janganlah salah satu di antara kalian meninggal dunia kecuali dia berprasangka baik kepada Allah.” (HR. Muslim, 2877)
“Janganlah salah satu di antara kalian meninggal dunia kecuali dia berprasangka baik kepada Allah.” (HR. Muslim, 2877)
Hadits Riwayat
Muttafaq Alaih
عَنْ
اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَاِنَّ الظَّنَّ اَكْذَبُ الْحَدِيث(متفق عليه)
Artinya: “Dari Abu
Hurairah ia berkata telah bersabda Rasululloh.” Jauhkanlah dirikamu daripada
sangka (jahat) karena sangka (jahat) itu sedusta-dusta omongan,(hati)”. (HR. Muttafaq
Alaih)
Hadits Riwayat
Bukhori
إِيَّاكُمْ
وَالظَّنَّ فَاِنَّ الظَّنَّ اَكْذَبُ الْحَدِيث ،وَلاَتَحَسَّسُوا
وَلآتَجَسَّسُوْا وَلآتَحَاسَدُوا وَلآتَدَابَرُواوَلآتَبَاغَضُوا وَكُوْنُوْا
عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا (رواه البخارى)
Artinya: “Jauhilah
sifat berprasangka karena sifat berprasangka itu adalahsedusta-dusta
pembicaraan. Dan janganlah kamu mencari kesalahan, memata-matai,janganlah kamu
berdengki-dengkian, janganlah kamu belakang-membelakangi danjanganlah kamu
benci-bencian. Dan hendaklah kamu semua wahai hamba-hamba Allahbersaudara.”
(HR. Bukhori)
Firman Allah, ” WAHai orang-orang yang beriman, jauhilah
kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu
dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan
satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging
saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan
bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha
Penyayang. …”. [QS Al-Hujuraat : 12].