Jumat, 28 Juli 2017

instal windows n re instal

Cara Mudah Menginstall Windows 7 Lengkap dengan Gambar –

Windows 7 merupakan salah satu Sistem Operasi milik Microsoft. Sistem Opersasi ini bisa dibilang lebih populer dibandingkan versi sebelumnya, yatu Windows Vista. Menginstall windows 7 pun terbilang mudah. Dan melalui artikel ini, saya akan bantu mamandu kamu untuk install windows 7.
Bicara tentang windows 7, kali ini Penulis akan membagikan tutorial cara menginstall windows 7. Dalam hal ini, masih mungkin masih banyak dari Anda yang belum bisa melakukannya. Lain halnya dengan mereka yang mengambil pendidikan jurusan komputer, menginstall bisa dibilang sangat mudah bagi mereka.
Sebelum melanjutkan, ada beberapa artikel yang mungkin kamu cari juga:
Oke, bagi Anda yang belum bisa menginstall windows, cobalah ikuti beberapa langkah dibawah. Dan untuk memudahkan Anda, pada tutorial ini Penulis sertakan juga gambar-gambarnya.
Cara Mudah Menginstall Windows 7 Lengkap dengan Gambar
Sebelum menginstall windows 7, ada baiknya Anda menyiapkan beberapa hal, seperti:
  • Backup data-data penting yang ada
  • Apabila yang akan di install windows adalah laptop, siapkan charger untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Pastikan hardware yang digunakan dalam keadaan baik.
  • Mempersiapkan Installer Windows 7 (baik berupa DVD ataupun Flashdisk)

Langkah-Langkah Menginstall Windows 7
  1. Masukkan Installer Windows 7 yang sudah Anda siapkan dan catat serial numbernya.

  2. Atur agar booting awal melalui DVD. Pengaturan dilakukan pada BIOS. Anda bisa tekan Delete ataupun F2 untuk bisa masuk BIOS, atau sesuaikan dengan motherboard Anda. Kemudian Simpan lalu restart.
Atur booting
3. Jika muncul peirintah Press any key too boot from CD or DVD, Anda bisa tekan tombol apa saja. Setelah itu akan muncul proses Windows is loading files, dilanjutkan dengan Starting Windows.
Setup is loading filesStarting Windows
  1. Pilih Language to Install, Time and currency format, untuk keyboard biarkan US. Lalu klik Next.
Pilih Language to Install, Time and currency format, dan Keyboard layout
5. Karena tujuan kita adalah mnginstall, maka pilih Install Now.
install now
6. Tunggu beberapa saat pada proses Setup is starting.
Setup is Starting
7. Beri centang pada I accept the license terms, kemudian klik next.
beri centang pada I accept the license terms
8. Pada bagian ini, pilih saja Custom (Advenced). Agar nantinya dapat memilih di drive mana Windows 7 akan di install.
pilih custom
9. Mengatur drive sekaligus partisi pada step ini di sarankan bagilah hardisk minimal 2 drive.
Satu untuk drive untuk windows 7 (C) dan satu drive untuk data (D) dengan memilih drive option. Sebelum lanjut, pilihlah Disk 0 Partition 2 yang merupakan partisi (C). Kemudian klik Next.
partisi harddisk
10. Tunggulah beberapa proses installasi dibawah ini.
proses copying windows filesproses copying windows filesproses installing featuresproses installing updates11. Secara otomatis komputer akan resstart sendiri.
otomaris restartbooting12. Setelah selesai restart, tunggulah proses Setup is starting service.
Setup is starting service
13. Proses installasi akan dilanjutkan secara otomatis.
Completing Installation
14. Setelah proses installasi seleesai, komputer akan kembali restart.
setup will continue after starting your computerkembali mulai15. Tunggulah hingga proses Setup is preparing your computer for first use selesai.
Setup is preparing your computer
16. Dan akan dilanjutkan dengan proses Setup is checking video perfomance.
Setup is checking video perfomance
17. Setelah proses diaatas, Anda akan diminta memasukan Username dan Computer Name, kemudian klik next.
memasukan Username dan Computer Name
18. Jika diperlukan, masukan password yang Anda inginkan. Langsung saja klik next, jika tidak diperlukan.
password
19. Masukkan Product key, lalu klik next. Jika tidak memilikinya Anda bisa lewatkan dengan klik skip.
Product key
20. Pilih opsi yang Anda inginkan untuk fasilitas windows update.
windows update
21. Pilih zona waktu Anda.
zone waktu
22. Anda diminta untuk menetapkan lokasi jaringan, jika Anda terhubung dalam sebuah jaringan.
lokasi jaringan
23. Sampai disini Anda sudah berhasil, menginstall windows 7 pada komputer ataupun laptop Anda. Tunggulah sampai masuk ke dekstop.
Windows is finallizing your settingwelcomepreparing your desktoptampilan desktop windows 7Kini, windows 7 sudah terpasang di komputer ataupun laptop Anda. Jika Perangkat yang Anda gunakan masih dalam keadaan baik, maka proses installasi windows 7 akan berjalan dengan baik dan lebh cepat. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

http://www.pintarkomputer.com/cara-mudah-menginstall-windows-7/

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Haiii,, Halooooo, saya akan share ilmu tentang Cara Install Ulang Windows 7 Lengkap+Gambar, dalam hal install windows ini masih banyak yang tidak mengetahui caranya, tapi kalau bagi siswa SMK yang mengambil jurusan komputer rata-rata bisa menginstall ulang komputer/laptop nya sendiri, bagi kamu yang belum bisa, ayo ikuti langkah2 menginstall ulang windows 7 dibawah ini. gampang kok :D

Pastikan kalo kita udah backup drivernya, agar setelah install gak perlu download lagi, bagi yang belum, baca aja disini Cara Backup Driver Windows Dalam 5 Menit. Jangan lupa juga copy file penting yang di Local C ke Local D, karena saat kita format, file yang di desktop, my document dan download akan hilang , karena termasuk dalam Local C.

Sebelum install windows 7, tentu saja kamu harus punya DVD Windows 7 yang masih baik kondisi nya, kalau udah rusak, buang saja , hihi, jika ada file windows iso, burn aja ke DVD, cara nya liat disini Cara Burning Windows 7 Ke CDVD

Oke, langsung aja Masukan DVD Windows 7 , lalu setting Bios agar boot ke CDROM, jika belum di setting, lihat disini Cara Setting Booting Bios Ke CDROM.

Jika sudah, akan ada tulisan Press Any Key To Continue, Enter aja.
Maka akan muncul seperti ini.

KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR :)

Cara Install Ulang Windows 7 Lengkap+Gambar
Ini jangan diubah, langsung next aja bro..
Cara Install Ulang Windows 7 Lengkap+Gambar
Pilih Install now
Cara Install Ulang Windows 7 Lengkap+Gambar
Centang I accept the license terms, lalu next..
Cara Install Ulang Windows 7 Lengkap+Gambar
Pilih Custom..
Cara Install Ulang Windows 7 Lengkap+Gambar
Pilih Partisi yang akan di isi dengan Windows 7, karena ini hanya ada 1 partisi, maka langsung saja, tetapi di laptop/PC anda pasti ada beberapa partisi, pilih yang partisi C, sekitar 100GB, bisa di cek di MyComputer..
Karena ada pertanyaan dari teman yaitu cara nya agar data2 saya yang lain tidak hilang, dan yang dihapus cuma windows 7 nya bagaimana?

Penjelasan
Ini cukup sulit dijawab, karena data dan disk di setiap komputer/laptop berbeda, tetapi saya akan menjelaskan garis besarnya cara mempercepat koneksi internet.
Secara umum, file windows yang akan kita format dan kita install ulang berada di local disk C yang berkapasitas kurang lebih 100 GB, dan data2 kita terletak di Local Disk D, atau E, dan seterusnya, jadi kita hanya perlu masuk ke windows 7, dan buka disk C, kira2 isi file nya seperti ini. topologi jaringan komputer.
Jika isinya seperti gambar diatas, maka disk C itulah yang akan kita gunakan untuk diformat dan diinstall ulang, jika tidak, lihat di local disk yang lain.
----------------------------------

Oke, setelah tau, maka kita kembali lagi ke proses install, pilih disk yang berisi windows dan klik Drive Options, lalu Format. Setelah Format lalu Next, windows akan memulai install, kira2 30 menit,
Cara Install Ulang Windows 7 Lengkap+Gambar 
Tunggu Proses Install.. Setelah itu PC akan restart sendiri beberapa kali, tunggu saja..
Cara Install Ulang Windows 7 Lengkap+Gambar
Cara Install Ulang Windows 7 Lengkap+Gambar
Masukan Username (Nama Kamu) dan nama Komputer
Masukan Passwordd, jika tidak ingin menggunakan password, langsung next aja.
Masukan kalo kamu punya Serial Key, kalo gak punya ya hilangkan Centang nya dan next, windows kamu akan trial dan expired dalam jangka waktu tertentu, bisa menggunakan Windows Loader agar windows kamu menjadi full version, search aja windows loader di google :)

Cara Install Ulang Windows 7 Lengkap+Gambar
 Pilih Ask Me Later
Cara Install Ulang Windows 7 Lengkap+Gambar
Atur Waktu diwilayah Anda
Cara Install Ulang Windows 7 Lengkap+Gambar
Cara Install Ulang Windows 7 Lengkap+Gambar
Keluar kan CD nya, SELESAI !
Setelah selesai install windows, sekarang tinggal install drivernya, liat aja di Cara Install Driver Yang Sudah Di Backup ..

MASALAH yang sering terjadi saat install adalah  berhentinya proses install ataupun error, kemungkinan besar ini disebabkan oleh rusaknya DVD windows anda, dan juga masalah pada Harddisk, kamu bisa mencoba menginstall di laptop kawan ataupun menggunakan DVD lain untuk mengetahui apa yang rusak.
http://www.adalahcara.com/2013/03/cara-install-ulang-windows-7-lengkap.html

kewajiban suami terhadap istri

“Berilah pengetahuan agama kepada mereka dan berilah pelajaran budi pekerti yang bagus kepada mereka.”


Suami Wajib Menjaga Istrinya

Kewajiban paling besar dari seorang suami terhadap istrinya adalah menjaga istrinya agar selamat dari api neraka. Berikut ini ayat Al Quran terkait dan beberapa penjelasan dari hadis yang terkait.
  1. Allah Taala berfirman yang bermaksud:
    ‘Hai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu dan ahli keluargamu dari api Neraka.” (At Tahrim : 6)
  2. Allah Taala berfirman yang bermaksud:
    “Perintahkanlah keluargamu agar melakukan sholat.” (Thaha:132)
Berikut ini beberapa hadis yang menyatakan kewajiban suami menjaga istrinya:
  1. Dari Ibnu Umar dari Nabi SAW bahwa baginda bersabda: ‘Tiap-tiap kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang imam yang memimpin manusia adalah pemimpin dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dalam mengurusi ahli keluarganya. Ia bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang isteri adalah pemimpin dalam rumah tangganya dan bertanggung jawab alas keluarganya. Seorang hamba adalah pemimpin dalam mengurus harta tuannya, ia bertanggung jawab atas peliharaannya. Seorang laki-laki itu adalah pemimpin dalam mengurusi harta ayahnya, ia bertanggung jawab atas peliharaannya. Jadi setiap kamu sekalian adalah pemimpin dan setiap kamu harus bertanggung jawab alas yang dipimpinnya.” (Muttafaq ‘alaih )


2. Nabi SAW bersabda yang bermaksud: “Takutlah kepada Allah dalam memimpin isteri-istrimu , karena sesungguhnya mereka adalah amanah yang berada disampingmu, barangsiapa tidak memerintahkan sholat kepada isterinya dan tidak mengajarkan agama kepadanya, maka ia telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya.“

  1. Diceritakan dan Nabi SAW bahwa baginda bersabda yang bermaksud: “Tidak ada seseorang yang menjumpai Allah swt dengan membawa dosa yang lebih besar daripada seorang suami yang tidak sanggup mendidik keluarganya.”
  2. Rasulullah S.A.W bersabda, yang artinya: “Pertama kali perkara yang dipertanggungjawabkan kepada seseorang di hari kiamat adalah keluarganya (yakni isteri) dan anak-anaknya. Mereka berkata, wahai Tuhan kami, ambillah hak-hak kami (tanggung jawab) kami dari orang ini, karena sesungguhnya dia tidak mengajarkan kepada kami tentang urusan agama kami. Ia memberi makan kepada kami berupa makanan dari hasil yang haram, dan kami tidak mengetahui. Maka orang itu dihantam (disiksa) lantaran mencari barang yang haram, sehingga terkelupas dagingnya, kemudian dibawa ke neraka. (Al Hadits).
Berikut ini atsar sahabat mengenai penjagaan suami kepada istri:
  1. Ibnu Abbas berkata:
    “Berilah pengetahuan agama kepada mereka dan berilah pelajaran budi pekerti yang bagus kepada mereka.”
Dari uraian ayat dan hadis di atas nampak bahwa seorang suami yang gagal mendidik istri dan anak-anaknya akan mendapat masalah besar di akhirat kelak.

Kewajiban Suami Secara Umum

Berikut ini beberapa nas dari Al Quran dan Hadis mengenai kewajiban suami secara umum kepada istrinya.
  1. Allah Taala berfirman, yang bermaksud:
    “Dan gaulilah mereka (isteri-isterimu) dengan cara sebaik-baiknya.” (An Nisa 19)
  2. Dan Allah berfirman lagi:
    ‘Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban menurut cara yang baik akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan atas isterinya.” (Al Baqarah : 228)
Berikut ini beberapa nas dari Hadis mengenai kewajiban suami secara umum kepada istrinya.
  1. Diceritakan dari Nabi SAW bahwa baginda bersabda pada waktu haji wida’ (perpisahan) setelah baginda memuji Allah dan menyanjung-Nya serta menasehati para hadirin yang maksudnya sebagai berikut:
    ‘Ingatlah (hai kaumku), terimalah pesanku untuk berbuat baik kepada para isteri, isteri-isteri itu hanyalah dapat diumpamakan tawanan yang berada di sampingmu, kamu tidak dapat memiliki apa-apa dari mereka selain berbuat baik, kecuali kalau isteri-isteri itu melakukan perbuatan yang keji yang jelas (membangkang atau tidak taat) maka tinggalkanlah mereka sendirian di tempat tidur dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai. Kalau isteri-isteri itu taat kepadamu maka janganlah kamu mencari jalan untuk menyusahkan mereka.
    Ingatlah! Sesungguhnya kamu mempunyai kewajiban terhadap isteri-isterimu dan sesungguhnya isteri-isterimu itu mempunyai kewajiban-kewajiban terhadap dirimu. Kemudian kewajiban isteri-isteri terhadap dirimu ialah mereka tidak boleh mengijinkan masuk ke rumahmu orang yang kamu benci. Ingatlah! Kewajiban terhadap mereka ialah bahwa kamu melayani mereka dengan baik dalam soal pakaian dan makanan mereka.

    (Riwayat Tarmizi dan Ibnu Majah)
  2. Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:
    “Kewajiban seorang suami terhadap isterinya ialah suami harus memberi makan kepadanya jika ia makan dan memberi pakaian kepadanya jika ia berpakaian dan tidak boleh memukul mukanya dan tidak boleh memperolokkan dia dan juga tidak boleh meninggalkannya kecuali dalam tempat tidur (ketika isteri membangkang).” (Riwayat Abu Daud)
  3. Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
    “Siapa saja seorang laki-laki yang menikahi perempuan dengan mas kawin sedikit atau banyak sedangkan dalam hatinya ia berniat untuk tidak memberikan hak perempuan tersebut (mas kawinnya) kepadanya. maka ia telah menipunya, kemudian jika ia meninggal dunia, sedang ia belum memberi hak perempuan tadi kepadanya maka ia akan menjumpai Allah pada hari Kiamat nanti dalam keadaan berzina.”
  4. Nabi SAW bersabda yang bermaksud
    “Sesungguhnya yang termasuk golongan mukmin yang paling sempurna imannya ialah mereka yang baik budi pekertinya dan mereka yang lebih halus dalam mempergauli keluarganya (isteri anak-anak dan kaum kerabatnya). “
  5. Nabi SAW bersabda yang bermaksud :
    “Orang-orang yang terbaik dari kamu sekalian ialah mereka yang lebih baik dari kamu dalam mempergauli keluarganya dan saya adalah orang yang terbaik dari kamu sekalian dalam mempergauli keluargaku.” (Riwayat lbnu Asakir)
  6. Diceritakan dari Nabi SAW bahwa baginda bersabda yang bermaksud:
    “Barang siapa yang sabar atas budi pekerti isterinya yang buruk, maka Allah memberinya pahala sama dengan pahala yang diberikan kepada Nabi Ayub a.s karena sabar atas cobaan-Nya. Dan seorang isteri yang sabar atas budi pekerti suaminya yang buruk akan diberi oleh Allah pahala sama dengan pahala Asiyah isteri Firaun”
    Catatan: cobaan ke atas Nabi Ayub ada empat hal: habis harta bendanya, meninggal dunia semua anaknya, hancur badannya, dijauhi oleh manusia kecuali isterinya benama Rahmah.
  7. Rasulullah S.A.W mengingatkan agar para suami memberi nasihat-nasihat pada istrinya:
    “ROHIMALLAHU ROJULAN QOOLA YAA AHLAAHU SHOLAA TAKUM SHIYAA MAKUM DZAKAA TAKUM MISKIINAKUM YATIIMAKUM JIIROONAKUM LA’ALLAKUM MA’AHUM FIL JANNATI. ”
    Artinya: “Mudah-mudahan Allah merahmati seorang suami yang mengingatkan isterinya, ‘Hai istriku, jagalah shalatmu, puasamu, zakatmu, kasihanilah orang-orang miskin di antaramu, para tetanggamu, mudah-mudahan Allah mengumpulkan kamu bersama mereka di surga”
Berikut ini rangkuman nasihat ulama:
  • Al Habib Abdullah Al Haddad berkata:
    “Seorang laki-laki yang sempurna adalah dia yang mempermudah dalam kewajiban-kewajiban kepadanya dan tidak mempermudah dalam kewajiban-kewajibannya kepada Allah. Dan seorang laki-laki yang kurang ialah dia yang bersifat sebaliknya.”
    Maksud dan penjelasan ini ialah seorang suami yang bersikap sudi memaafkan jika isterinya tidak menghias dirinya dan tidak melayaninya dengan sempurna dan lain-lain tetapi ia bersikap tegas jika isterinya tidak melakukan sholat atau puasa dan lain-lain, itulah suami yang sempurna. Dan seorang suami yang bersikap keras jika isterinya tidak menghias dirinya atau tidak melayaninya dengan sempurna dan lain-lain tetapi bersikap acuh tak acuh (dingin) jika isteri meninggalkan kewajiban-kewajiban kepada Allah seperti sholat, puasa dan lain-lain, dia seorang suami yang kurang.
  • Dianjurkan bagi seorang suami memperhatikan isterinya (dan mengingatkannya dengan nada yang lembut/halus) dan menafkahinya sesuai kemampuannya dan berlaku tabah (jika disakiti oleh isterinya) dan bersikap halus kepadanya dan mengarahkannya ke jalan yang baik dan mengajarnya hukum-hukum agama yang perlu diketahui olehnya seperti bersuci, haid dan ibadah-ibadah yang wajib atau yang sunat.

Nasihat Sayyidina Umar bin Khattab

Berikut ini suatu kisah mengenai seseorang yang bermaksud menghadap Umar Bin Khattab hendak mengadukan perihal perangai buruk istrinya.
Sampai ke rumah yang dituju orang itu menanti Umar r.a. di depan pintu. Saat itu ia mendengar istri Umar mengomel kepada Umar r.a., sementara Umar sendiri hanya berdiam diri saja tanpa bereaksi. Orang itu bermaksud balik kembali sambil melangkahkan kaki seraya bergumam: ”Kalau keadaan amirul mukminin saja begitu, bagaimana halnya dengan diriku“.
Bersamaan itu Umar keluar, ketika melihat orang itu hendak kembali. Umar memanggilnya, katanya : “Ada keperluan penting?“. Ia menjawab : ”Amirul Mukminin, kedatanganku ini sebenarnya hendak mengadukan perihal istriku lantaran sering memarahiku. Tetapi begitu aku mendengar istrimu sendiri berbuat serupa, maka aku bermaksud kembali. Dalam hati aku berkata: kalau keadaan amirul muikminin saja diperlakukan istrinya seperti itu, bagaimana halnya dengan diriku.”
Umar berkata kepadanya: “Saudara, sesungguhnya aku rela menanggung perlakuan seperti itu dari istriku karena adanya beberapa hal yang ada padanya. Istriku bertindak sebagai juru masak makananku. Ia selalu membuatkan roti untukku. Ia selalu mencucikan pakaian-pakaianku. Ia menyusui anak-anakku, padahal semua itu bukan kewajibannya. Aku cukup tentram tidak melakukan perkara haram lantaran pelayanan istriku. Karena itu aku menerimanya sekalipun dimarahi“.
Kata orang itu : “Amirul mukminin, demikian pulakah terhadap istriku?”. Jawab Umar “Ya, terimalah marahnya. Karena yang dilakukan istrimu tidak akan lama, hanya sebentar saja“.

KESIMPULAN TANGGUNG JAWAB SUAMI

  1. Menjadi pemimpin anak isteri di dalam rumah tangga.
  2. Mengajarkan ilmu fardhu ‘ain (kewajiban pribadi) kepada anak isteri yaitu ilmu tauhid, fiqih dan tasawuf.
    Ilmu tauhid diajarkan supaya aqidahnya sesuai dengan aqidah Ahli Sunnah wal Jamaah.
    Ilmu fiqih diajarkan supaya segala ibadahnya sesuai dengan kehendak agama.
    Ilmu tasawuf diajarkan supaya mereka ikhlas dalam beramal dan dapat menjaga segala amalannya daripada dirusakkan oleh rasa riya’ (pamer), bangga, menunjuk-nunjuk orang lain dan lain-lain. Ringkasan kewajiban pribadi seorang muslim dapat dibaca di artikel Cahaya Akhir Zaman: Kewajiban Pribadi Utama Seorang Muslim.
  3. Memberi makan, minum, pakaian dan tempat tinggal dari uang dan usaha yang halal.
    Ada ulama berkata:
    ‘Sekali memberi pakaian anak isteri yang menyukakan hati mereka dan halal maka suami mendapat pahala selama 70 tahun.”
  4. Menghindari perbuatan zalim kepada anak isteri yaitu dengan cara:
    • Memberikan pendidikan agama yang sempurna. Jika ilmu agama tidak dari anak/istri ada yang tidak lengkap, maka hal ini termasuk zalim.
    • Memberikan nafkah lahir dan batin secukupnya.
    • Memberi nasihat serta menegur dan memberi panduan/ petunjuk jika melakukan maksiat atau kesalahan.
    • Apabila memukul jangan sampai melukai (melampaui batas).
  5. Memberi nasihat jika isteri gemar bergunjing/bergosip, mengomel serta melakukan sesuatu yang bertentangan dengan perintah agama.
  6. Melayani isteri dengan sebaik-baik pergaulan.
  7. Berbicara dengan isteri dengan lemah-lembut.
  8. Memaafkan keterlanjurannya tetapi sangat memperhatikan kesesuaian tingkah lakunya dengan syariat.
  9. Kurangkan perdebatan dengan istri.
  10. Memelihara harga diri / kehormatan istri.

Catatan

Seorang suami wajib menafkahi anak istrinya, namun juga mempunyai kewajiban menafkahi keluarga dekatnya. Detailnya ada di artikel Kewajiban Menafkahi Keluarga

Referensi

  • Kitab Uquudu Lujain Fii Bayaani Huquuzzaujaini karangan Imam Nawawi al Bantani
  • http://keluarga.kawansejati.org/kewajiban-suami-terhadap-istri/

Berikut ini beberapa ayat dan hadis mengenai kewajiban menafkahi anak istri dan keluarga dekat bagi seorang laki-laki:
  • “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf, Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.” (QS.al-Baqarah 233)
  • “Dan mereka (para istri) mempunyai hak diberi rizki dan pakaian (nafkah) yang diwajibkan atas kamu sekalian (wahai para suami).” (HR. Muslim 2137).
  • “Mulailah (memberi nafkah) kepada orang yang menjadi tanggunganmu, Ibumu, ayahmu, saudarimu, saudaramu, dan seterusnya.’’[ HR.Nasa’i 1/350, Ibnu Hibban 810]
  • “Mulailah menafkahi dirimu sendiri, jika tersisa, maka untuk anggota keluargamu, jika tersisa, maka untuk kerabat dekatmu.” (HR.Muslim 1663)
  • “Jika Allah ta’ala memberikan kepada salah seorang di antara kalian kebaikan – nikmat atau rezeki, maka hendaknya dia memulai dengan dirinya dahulu dan keluarganya” (HR. Muslim)
  • “Nafkah yang paling besar pahalanya adalah nafkah yang dikeluarkan oleh seseorang kepada keluarganya” (HR. Muslim)
  • Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah saw bersabda,” Manfaatkanlah uang ini untuk dirimu sendiri, bila ada sisanya maka untuk keluargamu, jika masih tersisa, maka untuk kerabatmu, dan jika masih tersisa, maka untuk orang-orang disekitarmu.”
  • An Nasai meriwayatkan dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah saw bersabda: “Bersedekahlah kalian”, lalu seseorang berkata ya Rasulullah aku hanya memiliki satu dinar, beliau menjawab: “Bersedekahlah dengannya untuk dirimu, ” ia berkata aku mempunyai yang lain, beliau bersabda: “Bersedekahlah untuk istrimu, ” ia berkata aku mempunyai yang lain, beliau bersabda: “Bersedekahlah untuk anakmu, ” ia berkata aku memiliki yang lain, beliau bersabda: “Bersedekahlah untuk pembantumu, ” ia berkata aku memiliki yang lain, beliau bersabda: “Engkau lebih tahu yang berhak engkau beri.”
 Tentang kewajiban memberi nafkah
  • “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya” (QS. Ath Tholaq: 7).
  • “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada istrinya dengan cara ma’ruf” (QS. Al Baqarah: 233).
  • Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika haji wada’,
    فَاتَّقُوا اللَّهَ فِى النِّسَاءِ فَإِنَّكُمْ أَخَذْتُمُوهُنَّ بِأَمَانِ اللَّهِ وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللَّهِ وَلَكُمْ عَلَيْهِنَّ أَنْ لاَ يُوطِئْنَ فُرُشَكُمْ أَحَدًا تَكْرَهُونَهُ. فَإِنْ فَعَلْنَ ذَلِكَ فَاضْرِبُوهُنَّ ضَرْبًا غَيْرَ مُبَرِّحٍ وَلَهُنَّ عَلَيْكُمْ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
    “Bertakwalah kepada Allah pada (penunaian hak-hak) para wanita, karena kalian sesungguhnya telah mengambil mereka dengan amanah Allah dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Kewajiban istri bagi kalian adalah tidak boleh permadani kalian ditempati oleh seorang pun yang kalian tidak sukai. Jika mereka melakukan demikian, pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakiti. Kewajiban kalian bagi istri kalian adalah memberi mereka nafkah dan pakaian dengan cara yang ma’ruf” (HR. Muslim no. 1218).
  • Dari Mu’awiyah Al Qusyairi radhiyallahu ‘anhu, ia bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai kewajiban suami pada istri, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ – أَوِ اكْتَسَبْتَ – وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِى الْبَيْتِ
    “Engkau memberinya makan sebagaimana engkau makan. Engkau memberinya pakaian sebagaimana engkau berpakaian -atau engkau usahakan-, dan engkau tidak memukul istrimu di wajahnya, dan engkau tidak menjelek-jelekkannya serta tidak memboikotnya (dalam rangka nasehat) selain di rumah” (HR. Abu Daud no. 2142.
Kewajiban menafkahi anak yang sedang dikandung
  • ‘’Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin.’’ (QS.at-Thalaq 6)
Istri mengambil harta suami
Dari Aisyah, sesungguhnya Hindun binti ‘Utbah berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan adalah seorang suami yang pelit. Dia tidak memberi untukku dan anak-anakku nafkah yang mencukupi kecuali jika aku mengambil uangnya tanpa sepengetahuannya”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خُذِى مَا يَكْفِيكِ وَوَلَدَكِ بِالْمَعْرُوفِ
“Ambillah dari hartanya yang bisa mencukupi kebutuhanmu dan anak-anakmu dengan kadar sepatutnya” (HR. Bukhari no. 5364).

Masalah utama yang sering memusingkan suatu keluarga adalah masalah ekonomi. Salah satu masalah ekonomi yang terjadi adalah penghasilan suami sedikit, ataupun suami hanya sedikit saja memberi uang kepada istri, sehingga istri mesti hidup dengan apa yang ada, atau istri mesti bekerja untuk menutupi kebutuhan keuangan keluarga.
Saran untuk menghadapi permasalahan semacam itu:
  • Baca uraian mengenai suami dalam memenuhi keperluan istrinya di artikel  [Peringkat Memberi tanggung jawab asasi pokok terhadap istri]
  • Baca uraian mengenai istri dalam meminta haknya di artikel [Peringkat-peringkat istri yang meminta haknya kepada suami]
  • Kebutuhan sangat asas bagi seorang istri adalah cukup makan sehingga tidak kelaparan, ada tempat tinggal, ada pakaian untuk menutup aurat, dan ada fasilitas-fasilitas untuk melaksanakan ibadah wajib terutama shalat.
  • Ingatlah bahwa suami adalah jembatan istri menuju ke akhirat
  • Utamakanlah agama di atas hal-hal duniawi. Yang lebih perlu ditagih dari suami adalah bimbingan dalam agama, bukan keperluan lahiriah (sandang pangan papan).
  • Lebih baik fokus agar suami & istri sama-sama menjadi orang yang bertaqwa.
  • Jika suami bertaqwa, insya Allah dia akan berusaha sebaik-baiknya untuk memenuhi keperluan keluarga, dan tidak akan pelit memberi nafkah kepada istrinya.
  • Jika istri bertaqwa, insya Allah akan redho dengan apa yang ada pada suami


Jumat, 05 Mei 2017

cinta dunia dan takut mati



Rasulullah SAW bersabda:
"Akan tiba suatu masa nanti umat Islam ini akan diperebutkan seperti makanan yang ada di meja makan" sehingga sahabat yang mendengar menjadi kaget dan bertanya ya Rasulullah Apakah nanti kita merupakan umat yang sedikit wahai Rasulullah sampai diperebutkan seperti itu?
Kemudian Rasulullah mengatakan
"tidak, justru kalian nanti mayoritas, tetapi kalian itu tidak ubahnya seperti buih di lautan. Allah cabut dari dada musuh musuh kalian rasa takut kepada kalian dan ditimpakan ke dalam dada-dada kalian, kemudian di dalam dada-dada kalian akan ada satu penyakit yaitu Al-wahhan"
, kemudian sahabat bertanya apakah Al-Wahhan itu? Rasulullah mengatakan
"Wahhan adalah cinta dunia dan takut mati"

Senin, 17 April 2017

nafkah harta suami

Allah berfirman dalam Al-Quran, Surah An Nisa : 34 :
“Kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita, Allah telah melebihkan sebahagian mereka (lelaki atas sebahagian yang lain (wanita) & mereka (lelaki) telah menafkahkan sebahagian dari harta mereka. Sebab itu, maka wanita yg soleh, ialah yang taat Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena  Allah telah memelihara (mereka). Wanita- wanita yg kamu khuatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka & pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka & pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari–cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”

“Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek-jelekkannya …..” {H.R. Ibnu Majah disahihkan oleh Syeikh Albani}'

“Dan ibu-ibu hendaklah menyusukan anak-anak mereka selama dua tahun  yaitu bagi orang yang hendak menyempurnakan penyusuan itu; dan kewajiban ayah ialah memberi makan dan pakaian kepada isterinya itu menurut cara yang sepatutnya. Tidaklah diberatkan seseorang melainkan menurut kemampuannya. Janganlah menjadikan seseorang ibu itu menderita karena  anaknya, dan (jangan juga menjadikan) seseorang ayah  itu menderita karena anaknya; dan waris juga menanggung kewajiban yang tersebut (jika si ayah telah  tiada). kemudian jika keduanya (suami isteri berkeinginan menghentikan penyusuan itu dengan persetujuan (yang telah dicapai oleh) mereka sesudah berunding, maka mereka berdua tidaklah salah (melakukannya). Dan jika kamu hendak beri anak-anak kamu menyusu kepada orang lain, maka tidak ada salahnya bagi kamu apabila kamu serahkan (upah) yang kamu berikan itu dengan cara yang patut. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, serta ketahuilah, sesungguhnya Allah sentiasa melihat akan apapun  yang kamu lakukan.” {Al-Quran, Surah Al-Baqarah : 233}

 Sabda Rasulullah s.a.w:
“Jika seorang muslim mengeluarkan nafkah untuk keluarganya sedangkan dia mengharapkan pahalanya, maka nafkah itu adalah sedekah baginya.” {Muttafaq ‘alaih}

Rasulullah s.a.w bersabda: “Mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik–baik kalian adalah yang paling baik tehadap isteri-isterinya.” {H.R. at-Tirmidzi, disahihkan oleh Syeikh Albani}

Berikut ini beberapa ayat dan hadis mengenai kewajiban menafkahi anak istri dan keluarga dekat bagi seorang laki-laki:
  • “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf, Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.” (QS.al-Baqarah 233)
  • “Dan mereka (para istri) mempunyai hak diberi rizki dan pakaian (nafkah) yang diwajibkan atas kamu sekalian (wahai para suami).” (HR. Muslim 2137).
  • “Mulailah (memberi nafkah) kepada orang yang menjadi tanggunganmu, Ibumu, ayahmu, saudarimu, saudaramu, dan seterusnya.’’[ HR.Nasa’i 1/350, Ibnu Hibban 810]
  • “Mulailah menafkahi dirimu sendiri, jika tersisa, maka untuk anggota keluargamu, jika tersisa, maka untuk kerabat dekatmu.” (HR.Muslim 1663)
  • “Jika Allah ta’ala memberikan kepada salah seorang di antara kalian kebaikan – nikmat atau rezeki, maka hendaknya dia memulai dengan dirinya dahulu dan keluarganya” (HR. Muslim)
  • “Nafkah yang paling besar pahalanya adalah nafkah yang dikeluarkan oleh seseorang kepada keluarganya” (HR. Muslim)
  • Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah saw bersabda,” Manfaatkanlah uang ini untuk dirimu sendiri, bila ada sisanya maka untuk keluargamu, jika masih tersisa, maka untuk kerabatmu, dan jika masih tersisa, maka untuk orang-orang disekitarmu.”
  • An Nasai meriwayatkan dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah saw bersabda: “Bersedekahlah kalian”, lalu seseorang berkata ya Rasulullah aku hanya memiliki satu dinar, beliau menjawab: “Bersedekahlah dengannya untuk dirimu, ” ia berkata aku mempunyai yang lain, beliau bersabda: “Bersedekahlah untuk istrimu, ” ia berkata aku mempunyai yang lain, beliau bersabda: “Bersedekahlah untuk anakmu, ” ia berkata aku memiliki yang lain, beliau bersabda: “Bersedekahlah untuk pembantumu, ” ia berkata aku memiliki yang lain, beliau bersabda: “Engkau lebih tahu yang berhak engkau beri.”
 Tentang kewajiban memberi nafkah
  • “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya” (QS. Ath Tholaq: 7).
  • “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada istrinya dengan cara ma’ruf” (QS. Al Baqarah: 233).
  • Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika haji wada’,
    فَاتَّقُوا اللَّهَ فِى النِّسَاءِ فَإِنَّكُمْ أَخَذْتُمُوهُنَّ بِأَمَانِ اللَّهِ وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللَّهِ وَلَكُمْ عَلَيْهِنَّ أَنْ لاَ يُوطِئْنَ فُرُشَكُمْ أَحَدًا تَكْرَهُونَهُ. فَإِنْ فَعَلْنَ ذَلِكَ فَاضْرِبُوهُنَّ ضَرْبًا غَيْرَ مُبَرِّحٍ وَلَهُنَّ عَلَيْكُمْ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
    “Bertakwalah kepada Allah pada (penunaian hak-hak) para wanita, karena kalian sesungguhnya telah mengambil mereka dengan amanah Allah dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Kewajiban istri bagi kalian adalah tidak boleh permadani kalian ditempati oleh seorang pun yang kalian tidak sukai. Jika mereka melakukan demikian, pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakiti. Kewajiban kalian bagi istri kalian adalah memberi mereka nafkah dan pakaian dengan cara yang ma’ruf” (HR. Muslim no. 1218).
  • Dari Mu’awiyah Al Qusyairi radhiyallahu ‘anhu, ia bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai kewajiban suami pada istri, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ – أَوِ اكْتَسَبْتَ – وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِى الْبَيْتِ
    “Engkau memberinya makan sebagaimana engkau makan. Engkau memberinya pakaian sebagaimana engkau berpakaian -atau engkau usahakan-, dan engkau tidak memukul istrimu di wajahnya, dan engkau tidak menjelek-jelekkannya serta tidak memboikotnya (dalam rangka nasehat) selain di rumah” (HR. Abu Daud no. 2142.
Kewajiban menafkahi anak yang sedang dikandung
  • ‘’Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin.’’ (QS.at-Thalaq 6)
Istri mengambil harta suami
Dari Aisyah, sesungguhnya Hindun binti ‘Utbah berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan adalah seorang suami yang pelit. Dia tidak memberi untukku dan anak-anakku nafkah yang mencukupi kecuali jika aku mengambil uangnya tanpa sepengetahuannya”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خُذِى مَا يَكْفِيكِ وَوَلَدَكِ بِالْمَعْرُوفِ
“Ambillah dari hartanya yang bisa mencukupi kebutuhanmu dan anak-anakmu dengan kadar sepatutnya” (HR. Bukhari no. 5364).

http://keluarga.kawansejati.org/kewajiban-menafkahi-keluarga/

Menjaga Lisan Dalam Keluarga

Seorang muslim/muslimah wajib untuk berkata-kata dengan bahasa yang baik kepada orang lain.
Dalam agama Islam berkata kasar itu tanda akhlak yang kurang baik.
Seseorang yang imannya baik akan kelihatan dari akhlaknya yang baik.
Dalam banyak hadis diungkapkan keutamaan berkata-kata yang baik dan benar.
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.”
Dari Abi Hurairah, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba yang berbicara dengan kata-kata yang diridhai Allah ’Azza wa Jalla tanpa berpikir panjang, Allah akan mengangkatnya beberapa derajat dengan kata-katanya itu. Dan seorang hamba yang berbicara dengan kata-kata yang dimurkai Allah tanpa berpikir panjang, Allah akan menjerumuskannya ke neraka Jahannam dengan kata-katanya itu”.(HR Bukhari, Ahmad, dan Malik)
Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang dapat menjamin untukku lisan dan kemaluannya, aku akan menjamin surga untuknya” (HR Ahmad)
Hadis-hadis tersebut di atas berlaku umum untuk semua orang, jadi berlaku juga untuk perbincangan antara suami-istri dalam suatu keluarga. Suami / istri adalah hubungan yang sangat dekat, sehingga suatu perkataan yang bagi orang biasa terasa hanya sedikit kasar, dalam perbincangan suami istri dapat terasa sangat menyakitkan. Oleh karena itu hendaknya dalam suatu rumah tangga dari pihak suami dan istri mesti sangat menjaga ucapan masing-masing kepada pasangannya. Jangan sampai dalam perkataan-perkataan itu ada ucapan yang kasar ataupun bercanda yang berlebihan.

ref: 
http://keluarga.kawansejati.org/berkata-kasar-dalam-keluarga/

Senin, 13 Maret 2017

kecerdasan kinestetik

Anak Tak Bisa Diam, Pertanda Punya Kecerdasan Kinestetik Tinggi

Editor    : Dini Felicitas
Tanggal : Jumat, 10 Maret 2017
Berbagi :

Nakita.id - Menurut Howard Gardner, pakar perkembangan anak, ada delapan jenis kecerdasan, linguistik (bahasa), matematika, visual spasial, musik, interpersonal, intrapersonal, kinestetik, dan naturalis. Jika anak sangat pintar menggunakan kemampuan motoriknya, semisal mahir menari, bermain sepak bola, atau berenang, berarti anak memiliki kecerdasan kinestetik, yaitu kecerdasan dalam melakukan gerakan tubuh dan anggota badan.
Jika buah hati Mama Papa senang melompat, berlari, menari, berjoget, naik sepeda, dan sebagainya, mungkin kecerdasan kinestetiknya bagus sehingga perlu distimulasi supaya berkembang lebih maksimal.
Banyak ciri lain yang kerap ditunjukkan anak yang memiliki kecerdasan kinestetik baik. Misalnya, menyukai permainan yang melibatkan fisik, seperti: mengendarai sepeda, berenang, melempar dan menangkap bola, bermain di area permainan, memiliki koordinasi mata dan tangan yang baik, lebih mudah belajar dengan praktik, pandai menggunakan bahasa tubuh, dan sebagainya.
Sebaliknya, jika kecerdasan kinestetik anak biasa-biasa saja, umumnya mereka lebih suka dengan aktivitas yang tidak melibatkan terlalu banyak gerak anggota tubuh. Namun, bukan berarti kita mendiamkannya saja, justru harus kita rangsang anak untuk lebih banyak bergerak karena di dalam bergerak anak bisa mempelajari dan meningkatkan kemampuannya.
Cara mudah melihatnya adalah dengan memerhatikan aktivitas anak yang tidak bisa diam, senang berlarian, melompat-lompat, naik-naik ke kursi, selalu menggerakkan tangan atau kakinya ketika duduk, berjoget, dan sebagainya. Biasanya, anak yang cerdas kinestetik butuh penyaluran energi gerak yang lebih tinggi dibandingkan anak lain yang biasa-biasa saja.
Jika lebih diperhatikan, biasanya anak cerdas kinestetik tidak memiliki masalah dengan kemampuan menjumput, menempel, menggunting, menulis, meronce, menaiki tangga, semuanya tumbuh sesuai dengan tahapan perkembangannya, bahkan lebih cepat. Di dalam kelas, biasanya anak yang cerdas kinestetik tidak mau diam berlama-lama, pasti ada saja gerakan yang ia buat, seperti: berdiri, menggoyang-goyangkan kepala, bahkan berjalan-jalan di dalam kelas.
Penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Eastern, Finlandia pun menemukan, banyak siswa yang aktif di kegiatan kinestetik, seperti atletik, ternyata memiliki kemampuan membaca dan matematika lebih baik. Dua kemampuan ini adalah kemampuan dasar akademik yang nantinya akan mendukung mereka untuk mencapai nilai akademik lebih baik di mata pelajaran yang lain.
Itu manfaat aktif bergerak untuk kecerdasan anak. Selain itu, aktif bergerak juga membuat anak tumbuh lebih sehat. Soalnya, bergerak akan meningkatkan kinerja berbagai organ tubuh yang akan melancarkan sistem peredaran darah dan metabolisme tubuh.
Ketika anak berlari dengan waktu tertentu, misal, detak jantungnya pasti akan meningkat, sehingga membuat jantung lebih kuat, peredaran darah lebih lancar, dan suplai sari makanan ke berbagai area tubuh pun semakin baik. Tubuh juga akan terasa lebih bugar dan fit. Biasanya, energi akan terkuras, anak butuh nutrisi untuk kebutuhan tubuhnya demi mengembalikan energi yang terkuras tadi. Dengan begitu, pertumbuhan anak pun akan berlangsung lebih optimal.
Jadi, tak perlu khawatir lagi kan, kalau anak tak bisa diam dan selalu berlarian ke sana kemari? Karena itu tanda anak punya kecerdasan kinestetik tinggi.
Narasumber:
Irena Tjiunata, M.Psi., Psi., Klinik Terpadu Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Pela 9
Dra. Eni Prima Kuswanti, MM, Pendiri Prima Sakinah Islamic School, Bekasi, Jawa Barat
Dr. Michael Triangto, SpKO, Klinik Slim and Health Jakarta
Dr. Sophia B. Hage, Sports Medicine Resident, Universitas Indonesia

Sumber :http://nakita.id/Balita/Anak-Tak-Bisa-Diam-Pertanda-Punya-Kecerdasan-Kinestetik-Tinggi