Kamis, 12 September 2019

UJIAN DAN MUSIBAH

1. Ujian
Setiap manusia yang hidup di dunia ini pastinya tak akan terlepas dari ujian yang diberikan oleh Allah Ta'ala.

Ujian itu tidak hanya kesusahan, kesempitan, tetapi juga ujian itu berupa kebahagiaan dan kelebihan rezeki.
Seperti Firman Allah SWT yang artinya: “Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu“. (QS. Muhamad: 31).
Allah tidak akan melepaskan manusia itu dari ujiannya, agar dapat diketahui mana orang-orang yang bersabar atau tidak bersabar.

Setiap Allah SWT menguji hamba-Nya tentunya sesuai dengan tingkat kemampuannya, dan tak lebih berat dari itu.
Jika ia berhasil melewati ujian tersebut, maka ia akan dipilih oleh Allah karena termasuk dalam golongan orang yang sabar dan ikhlas.

Rasulullah Bersabda:
Artinya: “Wahai Rasulallah! Siapakah orang yang paling berat ujiannya? Beliau menjawab, “Para Nabi. Kemudian kalangan selanjutnya (yang lebih utama) dan selanjutnya. Seseorang akan diuji sesuai kadar (kekuatan) agamanya. Jika agamanya kuat, maka ujiannya akan bertambah berat. Jika agamanya lemah maka akan diuji sesuai kadar kekuatan agamanya“. (HR. at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan Ibnu Majah)
Artinya: “Tidak ada seorang muslim yang tertimpa cobaan berupa sakit maupun selainnya, melainkan dihapuskan oleh Allah Ta’ala dosa-dosanya, seperti sebatang pohon yang menggugurkan daunnya“. (HR. Muslim)

2. Musibah
Dalam Islam, musibah itu tak selamanya dapat diartikan sebagai bentuk murka Allah kepada manusia.

Musibah itu sendiri bisa berupa kesusahan, kesulitan maupun kesedihan karena mendapat sesuatu yang tak disukai ataupun tak diinginkan.
Tidak seperti Ujian yang selain kesusahan dan kesulitan, juga bisa berupa kesenangan dan kebahagiaan.
Allah berfirman yang artinya: “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)“. (QS. Asy-Syura: 30)
Sama seperti Ujian, tidaklah Allah ta'ala memberikan musibah kepada setiap hambanya melainkan agar manusia itu sendiri dapat lebih mendekatkan diri kepada-Nya.
Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada satu pun musibah (cobaan) yang menimpa seorang mukmin walaupun berupa duri, melainkan dengannya Allah akan mencatat untuknya satu kebaikan atau menghapus satu kesalahannya” . (HR. Muslim).

3. Azab

Allah berfirman: “Dan Sesungguhnya kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)“. (QS. As Sajadah: 21).

Itulah yang membedakan antara Ujian, musibah dan azab.
Ujian dan musibah diberikan oleh Allah kepada orang-orang muslim agar mereka mendapatkan derajat yang tinggi disisi-Nya jika mereka bersyukur dan bersabar serta diikuti dengan hati yang ikhlas.
Sedangkan azab diberikan kepada orang-orang karena mereka melakukan kesalahan ataupun kejahatan.

Azab juga merupakan balasan atas perbuatan jahat yang mereka kerjakan, baik kejahatan itu besar ataupun kecil, semua akan menerima azabnya sesuai dengan yang diperbuatnya.
Dengan mengetahui dan dapat membedakan antara ujian, musibah dan azab, tentunya kita dapat terus memperbaiki diri kedepannya agar kita lebih dekat kepada-Nya.

Selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada kita, dan bersabar serta ikhlas menerima segala ujian dan musibah yang diberikan-Nya merupakan cara yang terbaik bagi kita agar lebih dekat kepada-Nya. (sripoku.com/herwis)



Seperti dikutip dari Wikipedia, Azab merupakan siksaan yang dihadapi manusia sebagai akibat dari perbuatan atau kesalahan yang pernah ia perbuat.
Azab itu sendiri berupa kepedihan yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang-orang kafir dan orang yang selalu menentang-Nya baik di dunia maupun di akhirat kelak.


sumber : Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Perbedaan Ujian, Musibah dan Azab dalam Islam Yang Masih Banyak Tak Tahu, https://palembang.tribunnews.com/2018/03/25/perbedaan-ujian-musibah-dan-azab-dalam-islam-yang-masih-banyak-tak-tahu?page=3.
Penulis: ewis herwis
Editor: ewis herwis

Pesan Presiden RI ke-3 BJ Habibie

12-09-2019 Presiden RI ke-3 BJ Habibie wafat.
pelajaran hidup yang bisa diambil dari sosok Eyang Habibie.
Semasa hidup, BJ Habibie kerap melontarkan kata-kata yang dapat menginspirasi kehidupan orang lain. Berikut 10 kutipan dari almarhum BJ Habibie tentang kehidupan:
1. “Pengalaman tidak bisa dipelajari, tapi harus dilalui.”
2. “Percaya itu baik, tapi mengecek lebih baik lagi.”
3. “Hiduplah kamu seperti akan mati besok, dan berbahagialah seperti kamu akan hidup selamanya.”
4. “Di mana pun engkau berada, selalu lah menjadi yang terbaik dan berikan yang terbaik dari yang bisa kau berikan.”
5. “Salah satu kunci kebahagiaan adalah menggunakan uangmu untuk pengalaman, bukan keinginan.”
6. “Ketika seseorang menghinamu, itu adalah sebuah pujian bahwa selama ini mereka menghabiskan waktu untuk memikirkan kamu, bahkan ketika kamu tidak memikirkan mereka.”
7. “Dalam hidup ini, saya memiliki mental seperti orang yang bermain sepeda. Bila saya tidak mengayuh sepeda, maka saya akan jatuh. Jika saya berhenti bekerja, maka saya mati.”
8. “Kenapa kita ada di sini? Karena kita diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menikmati hidup yang singkat ini.”
9. “Hanya anak bangsa sendiri lah yang dapat diandalkan untuk membangun Indonesia. Tidak mungkin kita mengharapkan dari bangsa lain.”
10. “Kesempurnaan tidak datang dengan sendirinya, kesempurnaan harus diupayakan. Kesempurnaan harus dinilai. Proses dan hasil pekerjaan harus diawasi.” []



Senin, 08 Juli 2019

PERBEDAAN MUSIBAH DAN AZAB

DUNIA adalah ‘arena’ bagi manusia untuk berlomba-lomba mengumpulkan amalan shaleh untuk bekal kehidupan akhirat kelak. Namanya lomba sudah pasti tak akan lepas dari yang namanya ‘halangan’ dan ‘rintangan.’  Dalam kehidupan nyata, rintangan ini adalah ujian yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya untuk menguji kesabaran dan ketaatannya.
Namun,  Allah SWT tak hanya menurunkan ujian tapi juga menurunkan musibah dan adzab. Lalu, apa perbedaan dari ketiga istilah tersebut?
Ujian yang secara bahasa berarti ikhtibar (penyelidikan) dan imtihan (percobaan), baik berupa kesulitan maupun kesenangan, kebaikan maupun keburukan. Allah SWT memberikan ujian kepada manusia dengαn tujuan menguji siapa hambaNya yang bersyukur atas ujian nikmat yang diperoleh dan siapa yang bersabar atas kesulitan yang menimpanya, agar diketahui siapa diantara hambaNya yang paling baik paling amalnya.
Allah SWT telah berfirman,
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.” (QS Al Kahfi: 7).
“Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan, dan hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan.” (QS Al Anbiya`: 35).
Ibnu Abbas pernah berkata : “Allah SWT menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kemiskinan, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan dan petunjuk hidayah dan kesesatan.”
Ujian adalah cara Allah SWT mencintai hamba-Nya. Allah hendak membersihkan jiwa-jiwa manusia dengan sebuah ujian. Ketika manusia tersebut bisa melewatinya dengan baik. Maka ia telah lulus ujian dari Allah. Selain itu, ujian adalah penggugur dosa-dosa manusia.
“Senantiasa cobaan itu datang menimpa seorang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya, dan hartanya sampai dia berjumpa dengan Allah tanpa ada satupun dosa pada dirinya.” (HR. At Tirmidzi).
Musibah secara bahasa identik dengan teguran atau peringatan yαng sudah menjadi ketentuan Allah SWT terjadi karena kesalahan yαng kita perbuat. Apabila Allah menghendaki kebaikan, maka Allah SWT menyegerakan hukumannya dengan cara ‘ditegur’ di dunia sehingga ia menjadi lebih baik dan suci dari dosa. Namun apabila Allah SWT tidak mencintai hambaNya, ia akan tunda hukumannya akibat perbuatan dosa-dosanya dan akan ditunaikan di akhirat kelak.
Allah SWT berfirman,
“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS An Nisa`: 79).
 “Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.”(QS Al Maidah: 49).
Sudah sangat jelas bahwa musibah datang dari diri sendiri. Dengan musibah sesungguhnya Allah hendak membersihkan kita dari tumpukan dosa.
Adapun adzab adalah siksaan yang Allah berikan kepada orang-orang kafir baik di dunia maupun akhirat berupa musibah dan adzab di dunia sementara adzab yαng lebih besar menanti di akhirat.
“Dan Sesungguhnya kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).”(QS. As Sajdah : 21).
“Orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.” (QS Ar Ra’du: 31).
“Wahai kaumku, janganlah hendaknya pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kalian menjadi jahat sehingga kalian ditimpa musibah (azab) seperti yang menimpa kaum Nuh, kaum Hud, atau kaum Shalih. Sedang kaum Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kalian.” (QS Hud: 89).
Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda,
”Sesungguhnya Allah tidaklah menzhalimi seorang mukmin, diberikan kepadanya kebaikan di dunia dan disediakan baginya pahala di akherat. Adapun orang yang kafir maka ia memakan dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya di dunia sehingga ketika dia kembali ke akhirat maka tidak ada lagi satu kebaikan pun sebagai ganjaran baginya. “ (HR. Muslim). Wallahualam

UUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU
“Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.” (QS Al Maidah: 49).

“Dan Sesungguhnya kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. As Sajdah : 21).
“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS An Nisa`: 79).

Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda,
”Sesungguhnya Allah tidaklah menzhalimi seorang mukmin, diberikan kepadanya kebaikan di dunia dan disediakan baginya pahala di akherat. Adapun orang yang kafir maka ia memakan dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya di dunia sehingga ketika dia kembali ke akhirat maka tidak ada lagi satu kebaikan pun sebagai ganjaran baginya. “ (HR. Muslim). 

Selasa, 12 Maret 2019

Manusia Bertanya? Allah menjawab


Manusia Bertanya : Kenapa aku diuji? 

 Qur’an Menjawab : “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:  “Kami telah beriman,sedang mereka tidak diuji lagi?” (Lihat QS.Al-Ankabuut : 2).“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (Lihat juga QS.Al-Ankabuut: 3) 


Manusia Bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik? 

Qur’an Menjawab : “…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (Lihat QS.Al-Baqarah : 216) 


Manusia Bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini? 

Qur’an Menjawab : “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya……….” (Lihat QS.Al-Baqarah : 286) 

Manusia Bertanya : Bolehkah aku frustrasi ? 
Qur’an Menjawab : “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (Lihat QS.Ali Imraan : 139) 


Manusia Bertanya : Bolehkah aku berputus asa ? 

Qur’an Menjawab : “…dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (LihatQS.Yusuf : 87)* 

Manusia Bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?* 

Qur’an Menjawab : “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiapsiaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”. (Lihat QS.Ali Imraan : 200)“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’”. (Lihat QS.Al-Baqarah : 45) 


Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku? 

Qur’an Menjawab : “….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal…….” (Lihat QS.At-Taubah : 129) 


Manusia Bertanya : Apa yang kudapat dari semua ujian ini? 

Qur’an Menjawab : “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan surga – Nya……….” (Lihat QS.At-Taubah : 111) *Subhanalloh,Ketika hati sedang gundah tidak ada teman untuk berbagi, ingatlahAllah yang tidak pernah biarkan kita sendiri *
Lebih sedikit


sumber :  Al Quran