SISTEM
Sistem adalah sekumpulan obyek yang
tergabung dalam suatu interaksi dan inter- ependensi yang teratur. Komponen
sistem :
• Entitas – objek yang sedang
diamati dari sistem
• Atribut – identitas dari entitas
• Aktivitas – suatu masa yang
mewakili proses suatu entitas
• Status – kumpulan variabel yg
dibutuhkan untuk menggambarkan sistem
• Kejadian – Kejadian yg mengubah
status sistem
MODEL
Model adalah representasi dari suatu
objek, benda, atau ide-ide dalam bentuk yang disederhanakan. Model berisi informasi-informasi
tentang suatu sistem yang dibuat dengan tujuan untuk mempelajari sistem yang
sebenarnya. Model dapat merupakan tiruan dari suatu benda, sistem atau kejadian
yang sesungguhnya yang hanya berisi informasi-informasi yang dianggap penting
untuk ditelaah. Tujuan dari studi pemodelan adalah menentukan
informasi-informasi yang dianggap penting untuk dikumpulkan, sehingga tidak ada
model yang unik. Model yang baik memiliki beberapa karakteristik: Hanya
melibatkan elemen-elemen yang secara langsung terlibat dalam masalah yang akan
dipecahkan. Valid (dengan tepat mewakili/merepresentasikan sistem sebenarnya).
Memberikan hasil yang berarti dan mudah dimengerti. Mudah dimodifikasi dan
dikembangkan. Dapat digunakan berulang. Model dapat diklasifikasikan dengan
beberapa cara. Salah satu pengelompokkan adalah:
1.
Model Simbolik Model Simbolikadalah
model yang menggunakansimbol-simbol untuk menggambarkan suatu sistem.Misalnya
diagram alir proses, diagram tata letakfasilitas, diagram organisasi, dll.
2. Model Analitik Model Analitik
adalah model matematik yangmenghasilkan solusi kuantitatif. Model analitik
umumnya bersifat statis, prescriptive, deterministik atau robabilistik.
2.
Model Simulasi Model Simulasi adalah
model yang menggambarkan hubungan sebab dan akibat (cause and effect
relationship) dalam sebuah sistem pada model komputer, yang mampu menggambarkan
perilaku yang mungkin terjadi pada sistem nyatanya.
SIMULASI
Simulasi adalah suatu prosedur
kuantitatif, yang menggambarkan sebuah sistem, dengan mengembangkan sebuah
model dari sistem tersebut dan melakukan sederetan uji coba untuk memperkirakan
perilaku sistem pada kurun waktu tertentu. Jenis-jenis Model Simulasi: Model
dapat diklasifikasikan dengan beberapa cara, yaitu :
1. Model Simulasi Statis adalah
representasi sistem pada suatu waktu tertentu, atau model yang digunakan untuk
merepresentasikan sistem dimana waktu tidak mempunyai peranan, contoh simulasi
Monte Carlo (simulasi prilaku sistem fisika dan matematika). Model Simulasi
Dinamis adalah representasi sistem sepanjang pergantian waktu ke waktu,
contohnya sistem conveyor di pabrik.
2. Model Simulasi Deterministik
adalah model simulasi yang tidak mengandung komponen yang sifatnya
probabilistik (random) dan output telah dapat ditentukan begitu sejumlah input
dan hubungan tertentu dimasukkan. Model Simulasi Stokastik adalah model
simulasi yang mengandung input-input probabilistik (random) dan output yang
dihasilkan pun sifatnya random (probabilistik).
3. Model Simulasi Kontinue adalah
model simulasi dimana state (status) dari sistem berubah secara kontinue karena
berubahnya waktu (continuouschange state variables), contohnya simulasi
populasi penduduk. Model Simulasi Diskrit adalah model suatu sistem dimana
perubahan state terjadi pada satuan-satuan waktu yang diskrit sebagai hasil
suatu kejadian (event) tertentu (discrete-change state variables), contohnya
simulasi antrian. Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu Copy the BEST
Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
atau referensi lain...
Pengertian
Simulasi merupakan suatu teknik
meniru operasi-operasi atau proses- proses yang terjadi dalam suatu sistem
dengan bantuan perangkat komputer dan dilandasi oleh beberapa asumsi
tertentu sehingga sistem tersebut bisa dipelajari secara ilmiah (Law and
Kelton, 1991).
Dalam simulasi digunakan
komputer untuk mempelajari sistem secara numerik, dimana dilakukan
pengumpulan data untuk melakukan estimasi statistik untuk mendapatkan
karakteristik asli dari sistem.
Simulasi merupakan alat yang tepat
untuk digunakan terutama jika diharuskan untuk melakukan eksperimen dalam
rangka mencari komentar terbaik dari komponen-komponen sistem. Hal ini
dikarenakan sangat mahal dan memerlukan waktu yang lama jika eksperimen
dicoba secara riil. Dengan melakukan studi simulasi maka dalam waktu
singkat dapat ditentukan keputusan yang tepat serta dengan biaya
yang tidak terlalu besar karena semuanya cukup dilakukan
dengan komputer.
Pendekatan simulasi diawali dengan
pembangunan model sistem nyata. Model tersebut harus dapat menunjukkan
bagaimana berbagai komponen dalam sistem saling berinteraksi sehingga
benar-benar menggambarkan perilaku sistem. Setelah model dibuat maka model
tersebut ditransformasikan ke dalam program komputer sehingga memungkinkan
untuk disimulasikan.
Diposkan oleh Ilmu Hukum di 19.47 Tidak ada komentar:
Minggu,
23 Oktober 2011
Pada dasarnya model simulasi dikelompokkan dalam tiga dimensi yaitu [Law and Kelton, 1991] :
a) Model Simulasi Statis dengan Model Simulasi Dinamis.
Model simulasi statis digunakan untuk mempresentasikan sistem pada saat tertentu atau sistem yang tidak terpengaruh oleh perubahan waktu. Sedangkan model simulasi dinamis digunakan jika sistem yang dikaji dipengaruhi oleh perubahan waktu.
b) Model Simulasi Deterministik dengan Model Simulasi Stokastik.
Jika model simulasi yang akan dibentuk tidak mengandung variabel yang bersifat random, maka model simulasi tersebut dikatakan sebagi simulasi deterministik. Pada umumnya sistem yang dimodelkan dalam simulasi mengandung beberapa input yang bersifat random, maka pada sistem seperti ini model simulasi yang dibangun disebut model simulasi stokastik.
c) Model simulasi Kontinu dengan Model Simulasi Diskret.
Untuk mengelompokkan suatu model simulasi apakah diskret atau kontinyu, sangat ditentukan oleh sistem yang dikaji. Suatu sistem dikatakan diskret jika variabel sistem yang mencerminkan status sistem berubah pada titik waktu tertentu, sedangkan sistem dikatakan kontinyu jika perubahan variabel sistem berlangsung secara berkelanjutan seiring dengan perubahan waktu
Diposkan oleh Ilmu Hukum di 20.47 Tidak ada komentar:
Sistem adalah kumpulan obyek yang saling berinteraksi dan
bekerja sama untuk mencapai tujuan logis dalam suatu lingkungan yang kompleks.
Obyek yang menjadi komponen dari sistem dapat berupa obyek terkecil dan bisa
juga berupa sub-sistem atau sistem yang lebih kecil lagi. Dalam definisi ini
disertakan elemen lingkungan karena lingkungan sistem memberikan peran yang
sangat penting terhadap perilaku sistem itu. Bagaimana komponen-komponen sistem
itu berinteraksi, hal itu adalah dalam rangka mengantisipasi lingkungan.
Mengamati sistem bukan hanya mendefinisikan komponen-komponen pendukung sistem, tetapi lebih dari dari itu harus pula mengetahui perilaku dan variabel-variabel yang ada di dalamnya. Paling tidak analisis terhadap sistem harus dapat membuat konsepsi tentang sistem itu.
Ada beberapa cara untuk dapat merancang, menganalisis dan mengoperasikan suatu sistem. Salah satunya adalah dengan melakukan pemodelan, membuat model dari sistem tersebut.
Model adalah alat yang sangat berguna untuk menganalisis maupun merancang sistem. Sebagai alat komunikasi yang sangat efisien, model dapat menunjukkan bagaimana suatu operasi bekerja dan mampu merangsang untuk berpikir bagaimana meningkatkan atau memperbaikinya.
Model didefinisikan sebagai suatu deskripsi logis tentang bagaimana sistem bekerja atau komponen-komponen berinteraksi. Dengan membuat model dari suatu sistem maka diharapkan dapat lebih mudah untuk melakukan analisis. Hal ini merupakan prinsip pemodelan, yaitu bahwa pemodelan bertujuan untuk mempermudah analisis dan pengembangannya.
Melakukan pemodelan adalah suatu cara untuk mempelajari sistem dan model itu sendiri dan juga bermacam-macam perbedaan perilakunya.
Eksperimen dengan sistem aktual vs eksperimen dengan model sistem.
Jika suatu sistem secara fisik memungkinkan dan tidak memakan biaya yang besar untuk dioperasikan sesuai dengan kondisi (scenario) yang kita inginkan maka cara ini merupakan cara yang terbaik karena hasil dari eksperimen ini benar-benar sesuai dengan sistem yang dikaji. Namun sistem seperti itu jarang sekali ada dan penghentian operasi sistem untuk keperluan eksperimen akan memakan biaya yang sangat besar. Selain itu untuk sistem yang belum ada atau sistem yang masih dalam rancangan maka eksperimen dengan sistem aktual jelas tidak bisa dilakukan sehingga satu-satunya cara adalah dengan menggunakan model sebagi representasi dari sistem aktual.
Model fisik vs Model Matematis.
Model fisik mengambil dari sebagian sifat fisik dari hal-hal yang diwakilinya, sehingga menyerupai sistem yang sebenarnya namun dalam skala yang berbeda. Walaupun jarang dipakai, model ini cukup berguna dalam rekayasa sistem. Dalam penelitian, model matematis lebih sering dipakai jika dibandingkan dengan model fisik. Pada model matematis, sistem direpresentasikan sebagai hubungan logika dan hubungan kuantitatif untuk kemudian dimanipulasi supaya dapat dilihat bagaimana sistem bereaksi.
Solusi Analitis vs Simulasi.
Setelah model matematis berhasil dirumuskan, model tersebut dipelajari kembali apakah model yang telah dikembangkan dapat menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan tujuan mempelajari sistem. Jika model yang dibentuk cukup sederhana, maka relasi-relasi matematisnya dapat digunakan untuk mencari solusi analitis. Jika solusi analitis bisa diperoleh dengan cukup mudah dan efisien, maka sebaiknya diigunakan solusi analitis karena metode ini mampu memberikan solusi yang optimal terhadap masalah yang dihadapi. Tetapi seringkali model terlalu kompleks sehingga sangat sulit untuk diselesaikan dengan metoda-metoda analitis, maka model tersebut dapat dipelajari dengan simulasi. Simulasi tidak menjamin memberikan hasil yang optimal melainkan dijamin bahwa hasilnya mendekati optimal.
Mengamati sistem bukan hanya mendefinisikan komponen-komponen pendukung sistem, tetapi lebih dari dari itu harus pula mengetahui perilaku dan variabel-variabel yang ada di dalamnya. Paling tidak analisis terhadap sistem harus dapat membuat konsepsi tentang sistem itu.
Ada beberapa cara untuk dapat merancang, menganalisis dan mengoperasikan suatu sistem. Salah satunya adalah dengan melakukan pemodelan, membuat model dari sistem tersebut.
Model adalah alat yang sangat berguna untuk menganalisis maupun merancang sistem. Sebagai alat komunikasi yang sangat efisien, model dapat menunjukkan bagaimana suatu operasi bekerja dan mampu merangsang untuk berpikir bagaimana meningkatkan atau memperbaikinya.
Model didefinisikan sebagai suatu deskripsi logis tentang bagaimana sistem bekerja atau komponen-komponen berinteraksi. Dengan membuat model dari suatu sistem maka diharapkan dapat lebih mudah untuk melakukan analisis. Hal ini merupakan prinsip pemodelan, yaitu bahwa pemodelan bertujuan untuk mempermudah analisis dan pengembangannya.
Melakukan pemodelan adalah suatu cara untuk mempelajari sistem dan model itu sendiri dan juga bermacam-macam perbedaan perilakunya.
Eksperimen dengan sistem aktual vs eksperimen dengan model sistem.
Jika suatu sistem secara fisik memungkinkan dan tidak memakan biaya yang besar untuk dioperasikan sesuai dengan kondisi (scenario) yang kita inginkan maka cara ini merupakan cara yang terbaik karena hasil dari eksperimen ini benar-benar sesuai dengan sistem yang dikaji. Namun sistem seperti itu jarang sekali ada dan penghentian operasi sistem untuk keperluan eksperimen akan memakan biaya yang sangat besar. Selain itu untuk sistem yang belum ada atau sistem yang masih dalam rancangan maka eksperimen dengan sistem aktual jelas tidak bisa dilakukan sehingga satu-satunya cara adalah dengan menggunakan model sebagi representasi dari sistem aktual.
Model fisik vs Model Matematis.
Model fisik mengambil dari sebagian sifat fisik dari hal-hal yang diwakilinya, sehingga menyerupai sistem yang sebenarnya namun dalam skala yang berbeda. Walaupun jarang dipakai, model ini cukup berguna dalam rekayasa sistem. Dalam penelitian, model matematis lebih sering dipakai jika dibandingkan dengan model fisik. Pada model matematis, sistem direpresentasikan sebagai hubungan logika dan hubungan kuantitatif untuk kemudian dimanipulasi supaya dapat dilihat bagaimana sistem bereaksi.
Solusi Analitis vs Simulasi.
Setelah model matematis berhasil dirumuskan, model tersebut dipelajari kembali apakah model yang telah dikembangkan dapat menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan tujuan mempelajari sistem. Jika model yang dibentuk cukup sederhana, maka relasi-relasi matematisnya dapat digunakan untuk mencari solusi analitis. Jika solusi analitis bisa diperoleh dengan cukup mudah dan efisien, maka sebaiknya diigunakan solusi analitis karena metode ini mampu memberikan solusi yang optimal terhadap masalah yang dihadapi. Tetapi seringkali model terlalu kompleks sehingga sangat sulit untuk diselesaikan dengan metoda-metoda analitis, maka model tersebut dapat dipelajari dengan simulasi. Simulasi tidak menjamin memberikan hasil yang optimal melainkan dijamin bahwa hasilnya mendekati optimal.
Diposkan oleh Ilmu Hukum di 20.45 Tidak ada komentar:
Perkembangan Teknologi Informasi
1 Pendahuluan
Simulasi adalah program (software) komputer yang berfungsi untuk menirukan perilaku sistem nyata (realitas) tertentu. Tujuan simulasi antara lain untuk pelatihan (training), studi perilaku sistem (behaviour) dan hiburan / permainan (game).
Beberapa contoh simulasi komputer, antara lain : simulasi terbang ( ight simulation), simulasi sistem ekonomi makro, simulasi sistem perbankan, simulasi antrian layanan bank (service queue), simulasi game strategi pemasaran (market game), simulasi perang (war game simulation), simulasi mobil (car simulation), simulasi tenaga listrik (power plan simulation), simulasi tata kota (sim city).
Simulasi waktu nyata (real time) merupakan bagian dari ilmu informatika (teknologi informasi) yang sedang berkembang sangat pesat saat ini.
2 Pemodelan dan Simulasi Komputer
Studi informatika yang mendukung simulasi komputer, antara lain : pemodelan dan simulasi, teori sistem, rekayasa perangkat lunak dan gra k animasi komputer.
Proses tahapan dalam mengembangkan simulasi komputer adalah sebagai berikut :
a. Memahami sistem yang akan disimulasikan
b. Mengembangkan model matematika dari sistem
c. Mengembangkan model matematika untuk simulasi
d. Membuat program (software) komputer
e. Menguji, memveri kasi dan memvalidasi keluaran simulasi
f. Mengeksekusi program simulasi untuk tujuan tertentu.
3 Beberapa Contoh Simulasi Komputer
Berikut diberikan beberapa contoh simulasi komputer waktu nyata (real - time) antara lain : simulasi terbang (
ight simulation), simulasi sistem ekonomi makro, simulasi sistem perbankan, simulasi permainan (game).
3.1 Simulasi Terbang (Flight Simulation)Peralatan simulator secara umum terdiri dari bagian bagian berikut : sistem komputer (computer system), sistem gambar (visual system), sistem penampil (display system), sistem
gerak (motion system), sistem suara (sound system), sistem rasa (feel system), sistem instruktur (instructor operation station), sistem antarmuka (interface system).
3.2 Simulasi Sistem Ekonomi Makro
Sistem ekonomi makro suatu negara dapat disimulasikan sebagai model persamaan linear variabel keadaan waktu diskret : x(k + 1) = Ax(k) + Bu(k) dan y(k) = Cx(k) + Du(k).
Dimana variabel keadaan (state variable) x(k) pada tahun ke k adalah : belanja konsumtif dan investasi bisnis swasta. Masukan (input) u(k) adalah : pajak dan belanja negara,sedangkan keluaran (output) y(k) adalah : pendapatan nasional.
Perkembangan Teknologi Informasi : Simulasi Komputer 3
3.3 Simulasi Sistem Perbankan
Simulasi sistem perbankan merupakan simulasi antrian layanan. Misalkan model antrian ATM Bank *) : M/M/1. Probabilitas nasabah ke n datang ke ATM Bank Pn adalah Pn = (1 ) n, dimana n = 0, 1, 2, Jumlah nasabah dalam ATM Bank Ls adalah Ls = =(1 ).
Jumlah nasabah yang antri dalam ATM Bank Lq adalah Lq = Ls = 2=(1 ). Waktu tunggu layanan nasabah Wq adalah Wq = = (1 ). Jumlah nasabah yang datang per jam adalah . Jumlah nasabah yang dilayani per jam adalah . Rasio nasabah yang datang dan dilayani adalah = = .
Proses kedatangan dan layanan
nasabah terdistribusi eksponensial, jumlah pelayan (ATM) satu.
3.4 Simulasi Permainan (Game) Strategi Pemasaran
Misalkan permainan berjumlah nol dari dua pemain (two players zero sum game) yang bersaing dalam memasarkan mobil. Matrik pay o (hasil riset biro iklan) adalah seperti Tabel 1. Matrik pay o persaingan pasar pemain I (mobil A) dan pemain II (mobil B).
Media Iklan Surat Kabar (mobil B) Radio (mobil B) Televisi (mobil B) Surat Kabar (mobil A) -60 35 30
Radio (mobil A) -20 0 15 Televisi (mobil A) 50 80 20
Penyelesaian dapat dilakukan dengan : metode aljabar, metode gra k, metode program linear. Hasil simulasi strategi campuran optimum mobil A adalah X* = [1/4, 0, 3/4].
Strategi campuran optimum mobil B adalah Y* = [1/12, 0, 11/12]. Nilai Permainan v* = 22,5 (Mobil A akan bertambah pembeli 23 orang dari mobil B).
3.5 Permainan (Game) Komputer
Permainan (game) komputer merupakan salah satu jenis simulasi komputer. Beberapa tipe game komputer antara lain : permainan strategi (strategic game), permainan ketrampilan tangan dan mata, permainan tantangan (adventure game).
Permainan strategi (strategic game) merupakan permainan papan (board), kartu (card) atau permainan yang dimainkan pada suatu grid (biasanya imajiner), dimana kemenangan 4 Bambang Sridadi dihitung berdasarkan aturan tertentu. Contoh : permainan olah yudha (war game), catur (chess), bridge, go-moku, command and conquer generals.
Permainan ketrampilan tangan dan mata adalah permainan yang melibatkan kecepatan dan koordinasi antara ketrampilan tangan dan mata manusia terhadap mesin komputer, umumnya menggunakan tampilan (screen display) resolusi tinggi. Contoh : simulasi mobil (driving game), simulasi terbang (
ight simulation), dxball game.
Dalam permainan tantangan (adventure game), program komputer mentranslasikan tanggapan pemain (player response) terhadap suatu kejadian (event) baik atau buruk dalam menyelesaikan persoalan. Contoh : puzzle, zork, delta force black hawk down, beach head.
Bagian-bagian game komputer terdiri dari : struktur data (data structure), metode evaluasi (evaluation method), dan antarmuka pengguna (user interface). Struktur data
dalam permainan (game) adalah organisasi logis informasi perihal papan (board), potongan
permainan (playing piece), gerakan (move) dan kemenangan (winning) serta kekalahan (losing).
Contoh : representasi agregat (dalam simulasi olah yudha), variabel record (dalam permainan catur).
Metode fungsi evaluasi dalam permainan (game) akan menguji gerakan (move) yang mungkin, memberi nilai (score) gerakan tersebut. Kemampuan melihat ke depan (search) merupakan putusan kritis dalam permainan strategi komputer. Beberapa metode melihat ke depan (looking ahead) : minimax search algorithm, alpha beta search algorithm.
Antar muka pengguna (user interface) dengan komputer (machine) dirancang sedemikian rupa sehingga pemain (player) hanya akan berkonsentrasi pada permainan dan tidak dibebani perihal cara operasi program komputer. Antarmuka pengguna saat ini melibatkan multimedia (suara, gambar dan animasi).
4 Kesimpulan
Simulasi komputer adalah bagian dari teknologi informasi yang sedang berkembang pesat saat ini. Simulasi melibatkan studi informatika : pemodelan dan simulasi, gra komputer dan animasi, rekayasa perangkat lunak, teori sistem, dll.
3.4 Simulasi Permainan (Game) Strategi Pemasaran
Misalkan permainan berjumlah nol dari dua pemain (two players zero sum game) yang bersaing dalam memasarkan mobil. Matrik pay o (hasil riset biro iklan) adalah seperti Tabel 1. Matrik pay o persaingan pasar pemain I (mobil A) dan pemain II (mobil B).
Media Iklan Surat Kabar (mobil B) Radio (mobil B) Televisi (mobil B) Surat Kabar (mobil A) -60 35 30
Radio (mobil A) -20 0 15 Televisi (mobil A) 50 80 20
Penyelesaian dapat dilakukan dengan : metode aljabar, metode gra k, metode program linear. Hasil simulasi strategi campuran optimum mobil A adalah X* = [1/4, 0, 3/4].
Strategi campuran optimum mobil B adalah Y* = [1/12, 0, 11/12]. Nilai Permainan v* = 22,5 (Mobil A akan bertambah pembeli 23 orang dari mobil B).
3.5 Permainan (Game) Komputer
Permainan (game) komputer merupakan salah satu jenis simulasi komputer. Beberapa tipe game komputer antara lain : permainan strategi (strategic game), permainan ketrampilan tangan dan mata, permainan tantangan (adventure game).
Permainan strategi (strategic game) merupakan permainan papan (board), kartu (card) atau permainan yang dimainkan pada suatu grid (biasanya imajiner), dimana kemenangan 4 Bambang Sridadi dihitung berdasarkan aturan tertentu. Contoh : permainan olah yudha (war game), catur (chess), bridge, go-moku, command and conquer generals.
Permainan ketrampilan tangan dan mata adalah permainan yang melibatkan kecepatan dan koordinasi antara ketrampilan tangan dan mata manusia terhadap mesin komputer, umumnya menggunakan tampilan (screen display) resolusi tinggi. Contoh : simulasi mobil (driving game), simulasi terbang (
ight simulation), dxball game.
Dalam permainan tantangan (adventure game), program komputer mentranslasikan tanggapan pemain (player response) terhadap suatu kejadian (event) baik atau buruk dalam menyelesaikan persoalan. Contoh : puzzle, zork, delta force black hawk down, beach head.
Bagian-bagian game komputer terdiri dari : struktur data (data structure), metode evaluasi (evaluation method), dan antarmuka pengguna (user interface). Struktur data
dalam permainan (game) adalah organisasi logis informasi perihal papan (board), potongan
permainan (playing piece), gerakan (move) dan kemenangan (winning) serta kekalahan (losing).
Contoh : representasi agregat (dalam simulasi olah yudha), variabel record (dalam permainan catur).
Metode fungsi evaluasi dalam permainan (game) akan menguji gerakan (move) yang mungkin, memberi nilai (score) gerakan tersebut. Kemampuan melihat ke depan (search) merupakan putusan kritis dalam permainan strategi komputer. Beberapa metode melihat ke depan (looking ahead) : minimax search algorithm, alpha beta search algorithm.
Antar muka pengguna (user interface) dengan komputer (machine) dirancang sedemikian rupa sehingga pemain (player) hanya akan berkonsentrasi pada permainan dan tidak dibebani perihal cara operasi program komputer. Antarmuka pengguna saat ini melibatkan multimedia (suara, gambar dan animasi).
4 Kesimpulan
Simulasi komputer adalah bagian dari teknologi informasi yang sedang berkembang pesat saat ini. Simulasi melibatkan studi informatika : pemodelan dan simulasi, gra komputer dan animasi, rekayasa perangkat lunak, teori sistem, dll.
SISTEM Sistem adalah
sekumpulan obyek yang tergabung dalam suatu interaksi dan inter-
ependensi yang teratur. Komponen sistem : • Entitas – objek yang sedang
diamati dari sistem • Atribut – identitas dari entitas • Aktivitas –
suatu masa yang mewakili proses suatu entitas • Status – kumpulan
variabel yg dibutuhkan untuk menggambarkan sistem • Kejadian – Kejadian
yg mengubah status sistem MODEL Model adalah representasi dari suatu
objek, benda, atau ide-ide dalam bentuk yang disederhanakan. Model
berisi informasi-informasi tentang suatu sistem yang dibuat dengan
tujuan untuk mempelajari sistem yang sebenarnya. Model dapat merupakan
tiruan dari suatu benda, sistem atau kejadian yang sesungguhnya yang
hanya berisi informasi-informasi yang dianggap penting untuk ditelaah.
Tujuan dari studi pemodelan adalah menentukan informasi-informasi yang
dianggap penting untuk dikumpulkan, sehingga tidak ada model yang unik.
Model yang baik memiliki beberapa karakteristik: Hanya melibatkan
elemen-elemen yang secara langsung terlibat dalam masalah yang akan
dipecahkan. Valid (dengan tepat mewakili/merepresentasikan sistem
sebenarnya). Memberikan hasil yang berarti dan mudah dimengerti. Mudah
dimodifikasi dan dikembangkan. Dapat digunakan berulang. Model dapat
diklasifikasikan dengan beberapa cara. Salah satu pengelompokkan adalah:
1. Model Simbolik Model Simbolikadalah model yang
menggunakansimbol-simbol untuk menggambarkan suatu sistem.Misalnya
diagram alir proses, diagram tata letakfasilitas, diagram organisasi,
dll. 2. Model Analitik Model Analitik adalah model matematik
yangmenghasilkan solusi kuantitatif. Model analitik umumnya bersifat
statis, prescriptive, deterministik atau robabilistik. 3. Model Simulasi
Model Simulasi adalah model yang menggambarkan hubungan sebab dan
akibat (cause and effect relationship) dalam sebuah sistem pada model
komputer, yang mampu menggambarkan perilaku yang mungkin terjadi pada
sistem nyatanya. SIMULASI Simulasi adalah suatu prosedur kuantitatif,
yang menggambarkan sebuah sistem, dengan mengembangkan sebuah model dari
sistem tersebut dan melakukan sederetan uji coba untuk memperkirakan
perilaku sistem pada kurun waktu tertentu. Jenis-jenis Model Simulasi:
Model dapat diklasifikasikan dengan beberapa cara, yaitu : 1. Model
Simulasi Statis adalah representasi sistem pada suatu waktu tertentu,
atau model yang digunakan untuk merepresentasikan sistem dimana waktu
tidak mempunyai peranan, contoh simulasi Monte Carlo (simulasi prilaku
sistem fisika dan matematika). Model Simulasi Dinamis adalah
representasi sistem sepanjang pergantian waktu ke waktu, contohnya
sistem conveyor di pabrik. 2. Model Simulasi Deterministik adalah model
simulasi yang tidak mengandung komponen yang sifatnya probabilistik
(random) dan output telah dapat ditentukan begitu sejumlah input dan
hubungan tertentu dimasukkan. Model Simulasi Stokastik adalah model
simulasi yang mengandung input-input probabilistik (random) dan output
yang dihasilkan pun sifatnya random (probabilistik). 3. Model Simulasi
Kontinue adalah model simulasi dimana state (status) dari sistem berubah
secara kontinue karena berubahnya waktu (continuouschange state
variables), contohnya simulasi populasi penduduk. Model Simulasi Diskrit
adalah model suatu sistem dimana perubahan state terjadi pada
satuan-satuan waktu yang diskrit sebagai hasil suatu kejadian (event)
tertentu (discrete-change state variables), contohnya simulasi antrian.
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu Copy the
BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
SISTEM Sistem adalah
sekumpulan obyek yang tergabung dalam suatu interaksi dan inter-
ependensi yang teratur. Komponen sistem : • Entitas – objek yang sedang
diamati dari sistem • Atribut – identitas dari entitas • Aktivitas –
suatu masa yang mewakili proses suatu entitas • Status – kumpulan
variabel yg dibutuhkan untuk menggambarkan sistem • Kejadian – Kejadian
yg mengubah status sistem MODEL Model adalah representasi dari suatu
objek, benda, atau ide-ide dalam bentuk yang disederhanakan. Model
berisi informasi-informasi tentang suatu sistem yang dibuat dengan
tujuan untuk mempelajari sistem yang sebenarnya. Model dapat merupakan
tiruan dari suatu benda, sistem atau kejadian yang sesungguhnya yang
hanya berisi informasi-informasi yang dianggap penting untuk ditelaah.
Tujuan dari studi pemodelan adalah menentukan informasi-informasi yang
dianggap penting untuk dikumpulkan, sehingga tidak ada model yang unik.
Model yang baik memiliki beberapa karakteristik: Hanya melibatkan
elemen-elemen yang secara langsung terlibat dalam masalah yang akan
dipecahkan. Valid (dengan tepat mewakili/merepresentasikan sistem
sebenarnya). Memberikan hasil yang berarti dan mudah dimengerti. Mudah
dimodifikasi dan dikembangkan. Dapat digunakan berulang. Model dapat
diklasifikasikan dengan beberapa cara. Salah satu pengelompokkan adalah:
1. Model Simbolik Model Simbolikadalah model yang
menggunakansimbol-simbol untuk menggambarkan suatu sistem.Misalnya
diagram alir proses, diagram tata letakfasilitas, diagram organisasi,
dll. 2. Model Analitik Model Analitik adalah model matematik
yangmenghasilkan solusi kuantitatif. Model analitik umumnya bersifat
statis, prescriptive, deterministik atau robabilistik. 3. Model Simulasi
Model Simulasi adalah model yang menggambarkan hubungan sebab dan
akibat (cause and effect relationship) dalam sebuah sistem pada model
komputer, yang mampu menggambarkan perilaku yang mungkin terjadi pada
sistem nyatanya. SIMULASI Simulasi adalah suatu prosedur kuantitatif,
yang menggambarkan sebuah sistem, dengan mengembangkan sebuah model dari
sistem tersebut dan melakukan sederetan uji coba untuk memperkirakan
perilaku sistem pada kurun waktu tertentu. Jenis-jenis Model Simulasi:
Model dapat diklasifikasikan dengan beberapa cara, yaitu : 1. Model
Simulasi Statis adalah representasi sistem pada suatu waktu tertentu,
atau model yang digunakan untuk merepresentasikan sistem dimana waktu
tidak mempunyai peranan, contoh simulasi Monte Carlo (simulasi prilaku
sistem fisika dan matematika). Model Simulasi Dinamis adalah
representasi sistem sepanjang pergantian waktu ke waktu, contohnya
sistem conveyor di pabrik. 2. Model Simulasi Deterministik adalah model
simulasi yang tidak mengandung komponen yang sifatnya probabilistik
(random) dan output telah dapat ditentukan begitu sejumlah input dan
hubungan tertentu dimasukkan. Model Simulasi Stokastik adalah model
simulasi yang mengandung input-input probabilistik (random) dan output
yang dihasilkan pun sifatnya random (probabilistik). 3. Model Simulasi
Kontinue adalah model simulasi dimana state (status) dari sistem berubah
secara kontinue karena berubahnya waktu (continuouschange state
variables), contohnya simulasi populasi penduduk. Model Simulasi Diskrit
adalah model suatu sistem dimana perubahan state terjadi pada
satuan-satuan waktu yang diskrit sebagai hasil suatu kejadian (event)
tertentu (discrete-change state variables), contohnya simulasi antrian.
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu Copy the
BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar